Bertukarpapua.com, Papuabarat – Memasuki periode cuti bersama Maret 2026 yang beririsan dengan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas masyarakat di Kabupaten Manokwari mengalami peningkatan signifikan.

Lonjakan mobilitas dan interaksi sosial tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan bersama guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Abdul Samad Bauw, S.Pd., mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas keamanan selama momentum libur panjang dan hari besar keagamaan.

“Keamanan bukan hanya urusan TNI dan Polri. Ini adalah tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari masyarakat,” ujar Abdul, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, stabilitas daerah tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga pada kesadaran sosial warga dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Ia menilai Manokwari sebagai daerah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya memiliki kekuatan besar dalam membangun persatuan, namun juga membutuhkan komitmen bersama agar potensi kerentanan sosial dapat diantisipasi sejak dini.

Momentum perayaan keagamaan, lanjutnya, sering menjadi ujian kedewasaan masyarakat dalam merawat nilai toleransi dan kebersamaan yang selama ini telah terbangun.

Abdul mengingatkan bahwa harmoni sosial tidak akan terjaga secara otomatis tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia menilai gesekan sosial dapat muncul dari persoalan kecil apabila tidak disikapi secara bijak.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya literasi sosial, khususnya bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.

“Anak muda harus cerdas memilah informasi. Jangan mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang berpotensi memecah belah,” katanya.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana memperkuat persatuan apabila digunakan secara bijak, namun juga berpotensi menimbulkan konflik apabila informasi yang beredar tidak diverifikasi.

Ia menegaskan, perayaan hari besar keagamaan sejatinya menjadi momentum mempererat persaudaraan antarumat beragama, bukan memperbesar perbedaan.

Dengan meningkatnya arus pergerakan masyarakat selama masa libur panjang, Abdul mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk saling menjaga dan mengingatkan demi terciptanya rasa aman bersama.

“Keamanan sejati itu lahir dari kesadaran bersama. Bukan hanya dari patroli, tapi dari kepedulian antarwarga,” pungkasnya.

Ia berharap suasana libur panjang serta perayaan keagamaan di Manokwari dapat berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi sebagai wujud nyata kehidupan masyarakat yang harmonis di Papua Barat. (.,.).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *