Bertukarpapua.com, PBD – Peresmian Rumah Kebangsaan Provinsi Papua Barat Daya digelar di Sekretariat Rumah Kebangsaan, Kilometer 10 Matamalagi, Kecamatan Sorong Utara, Kota Sorong, dengan melibatkan berbagai elemen strategis, khususnya organisasi kemahasiswaan dan aparat keamanan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ruang kolaborasi untuk menjaga persatuan dan stabilitas di wilayah tersebut.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya perwakilan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Muhammad Salim Nurlily, bersama para pimpinan organisasi Cipayung dan lintas organisasi mahasiswa seperti Raymond Yekwan, Jufran Rumadaul, Abdul Kadir Loklomin, Yance Yesnat, Aca C. Brin, serta Samran Palapa Adji.
Dalam penyampaiannya, Raymond Yekwan menjelaskan bahwa Rumah Kebangsaan merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kapolri sebagai sarana memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kelompok mahasiswa. Melalui wadah ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang produktif untuk membahas berbagai persoalan sosial dan keamanan secara bersama-sama.
Menurutnya, keberadaan Rumah Kebangsaan sangat penting sebagai pusat pertukaran gagasan dan pemikiran, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Papua Barat Daya. Dengan pendekatan kolaboratif, setiap persoalan dapat disikapi secara bijak demi menjaga situasi tetap kondusif.
Sementara itu, AKBP Muhammad Salim Nurlily menegaskan bahwa Rumah Kebangsaan tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga sarana konkret dalam merawat nilai-nilai kebangsaan. Ia menyampaikan bahwa keberagaman yang ada di Papua Barat Daya harus dijaga melalui dialog terbuka, toleransi, serta semangat persaudaraan.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga aparat keamanan untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Stabilitas yang terjaga, menurutnya, merupakan kunci utama dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peresmian Rumah Kebangsaan Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung khidmat, diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk harapan akan keberkahan dan kelancaran program ke depan. [Ac]