Berkabarpapua.com, MAYBRAT — Tiga warga sipil dilaporkan mengalami luka tembak dalam insiden kekerasan yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 13 Agustus 2026.

Informasi tersebut tertuang dalam keterangan langsung dari korban dan saksi serta pemeriksaan terhadap luka yang dialami para korban. Laporan tersebut menyebut terdapat delapan warga yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Sekitar pukul 17.00 WIT, sekelompok anggota TNI yang disebut berjumlah sekitar 30 orang mendatangi sebuah pondok rumah kebun tempat warga beraktivitas. Menyebut terjadi penembakan ke arah pondok yang kemudian menyebabkan tiga warga, yakni Selfina Sory, Anike Fatie dan Silfester Assem, mengalami luka tembak.Silfester Assem, 22 tahun, dilaporkan mengalami luka tembak pada betis kaki kanan.

Sementara itu, Anike Fatie disebut mengalami luka pada bagian punggung belakang dan telinga. Selfina Sory juga dilaporkan mengalami luka akibat tembakan. Juga menyebut warga lainnya yang berada di sekitar lokasi kemudian meminta agar penembakan dihentikan. Setelah itu, para korban dibantu dan selanjutnya dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Pada 15 Agustus 2026, korban bersama warga lainnya disebut dibawa menuju Kumurkek dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kota Sorong untuk mendapatkan pengobatan.

SKPKC OSA menyatakan bahwa selain tiga warga yang mengalami luka tembak, lima warga lainnya mengalami intimidasi. Mereka disebut berada di lokasi ketika insiden berlangsung.Dalam kesimpulannya, tim investigasi menyatakan bahwa berdasarkan testimoni korban dan saksi serta pemeriksaan terhadap bukti luka, mereka menilai kekerasan terhadap warga sipil tersebut dilakukan oleh anggota TNI satuan tugas pengamanan wilayah di Kabupaten Maybrat.

Tidak ditemukan adanya perlawanan warga yang menjadi alasan terjadinya penembakan berdasarkan keterangan yang dihimpun tim.

Atas peristiwa tersebut, SKPKC OSA mendesak agar dilakukan pengusutan secara transparan dan proses hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab. Tim juga meminta adanya evaluasi terhadap kebijakan keamanan di Kabupaten Maybrat serta pemulihan dan pengobatan bagi para korban. (OK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *