Bertukarpapua.com, SORONG – Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya terus memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat daerah itu melalui Posyandu Siklus Hidup.
“Ini adalah bentuk komitmen bersama bahwa pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya pada peresmian Posyandu Loyang di Kampung Loyang, Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat oleh Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Jumat.
Dia mengatakan peresmian posyandu tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat hingga ke tingkat keluarga.
Ia menjelaskan, Distrik Sorong Barat memiliki jumlah penduduk sebanyak 40.855 jiwa yang tersebar di empat kelurahan, yakni Kelurahan Pala Putih, Klawasi, Puncak Cendrawasih, dan Rufei.
“Saat ini, terdapat 16 posyandu yang aktif di wilayah tersebut, masing-masing enam posyandu di Kelurahan Klawasi, empat di Rufei, serta masing-masing tiga posyandu di Puncak Cendrawasih dan Pala Putih,” bebernya.
Menurut Jemima, kehadiran Posyandu Siklus Hidup menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya dalam menjangkau seluruh kelompok usia mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lansia.
Konsep Posyandu Siklus Hidup merupakan pengembangan dari posyandu konvensional yang tidak hanya berfokus pada ibu dan anak, tetapi memberikan layanan kesehatan secara menyeluruh sepanjang tahapan kehidupan manusia.
“Melalui Posyandu Siklus Hidup, pelayanan kesehatan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, imunisasi, hingga edukasi kesehatan bagi remaja dan lansia,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan tersebut, termasuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, seperti vaksin difteri bagi usia dua bulan hingga 10 tahun dan vaksin campak bagi anak usia sembilan bulan hingga lima tahun.
Jemima mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dari rasa takut menjadi kepedulian, serta dari keraguan menjadi keyakinan dalam mendukung program kesehatan.
“Kita ingin memastikan anak-anak tumbuh sehat, kuat, dan terbebas dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan posyandu tidak hanya ditentukan oleh tenaga kesehatan, tetapi juga oleh semangat kader, dukungan pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat.
Jemima menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Anda adalah pahlawan kesehatan di garis terdepan. Dedikasi ini menjadi fondasi lahirnya generasi Sorong yang sehat dan berkualitas,” katanya.
Dia berharap hadirnya Posyandu Siklus Hidup di Kampung Loyang dapat menjadi milik bersama masyarakat serta terus dihidupkan melalui kegiatan rutin dan berkualitas, sehingga tidak ada ibu dan anak yang tertinggal dari layanan kesehatan. [Rzl]